Tatkala Nabi Muhammad
saw sedang bertahannus (Taufik Rahman,1990:15), khalwat atau uzlah (Maftuh
Ahnan Asy., 2001: 30) di Gua Hira. Bertahannus atau khalwatnya Nabi Muhammad
saw ke Gua Hira ini bukan untuk mencari nomor atau wangsit, akan tetapi untuk
mencari kebenaran yang hakiki, untuk memantapkan hati, dan tentunya khalwatnya
Nabi Muhammad saw ke Gua Hira ini dituntun oleh Allah swt dalam rangka menerima
risalah kerasulannya.
Tepat pada tanggal 17
Ramadhan datanglah Malaikat Jibril membawa wahyu dari Allah swt untuk
disampaikan kepada Nabi Muhammad saw. yaitu Q.S. Al-‘Alaq/96:1-5